Studi Kasus : Kesenian Silabha dan Program Kebudayaan
Kebudayaan mendekati bagian penting dari jawaban AIDS dan dapat melibatkan, mendidik dan menguasakan orang-orang dengan HIV dan AIDS di mana media tidak dapat. Ungkapan kebudayaan membantu pencegahan HIV dan perkembangan kesehatan , stigma dan diskriminasi, dan menyediakan dukungan kepada orang-orang hidup dengan HIV dan AIDS.
Dalam perencanaan program budaya untuk AIDS2004, rencana awalnya adalah untuk fokus pada Seni dan Kebudayaan dari Thailand dan tidak perlu berhubungan dengan HIV dan AIDS. Kelompok panitia acara memperdepatkan bahwa sangat penting untuk memperlihatkan “Budaya HIV” dari seluruh dunia dan bukan hanya Kebudayaan lokal Thailand saja yg diperlihatkan.
Pada akhirnya, Seni Silabha dan Program Kebudayaan mempertunjukkan lebih dari 190 pertunjukkan seniman, puitis, penari, pemusik, penyanyi, pelukis, perajin, fotografer dan pembuat filem dari 33 negara yang diwakili oleh semua benua. Beberapa dari seniman Silabha adalah ODHA dan mereka semua mempergunakan seni untuk isu-isu HIV dalam kelompoknya. Ada beberapa pameran dan pertunjukkan yang di gelar di tempat konfrensi pada kedua Global Village dan ruang sesi, dan selebihnya diselenggarakan di seluruh Kota Bangkok.
Pada satu program yang berjudul ‘Living Art: Regional Artists Respond to HIV’, seniman dari Asia Tenggara didatangkan ke Thailand dua minggu sebelum pameran di gelar, dan mereka tinggal bersama anak-anak di Camillian Center di Rayong, mempelajari tentang hidup mereka dan menghadapi tantangan HIV.
Seniman-seniman ini membuat kesenian dari pengalaman mereka. Beberapa seniman sudah memulai pada isu AIDS, dan untuk yang lainnya ini adalah arah yang baru. Proyek ‘Living Art’ berkelanjutan melebihi konfrensi, dengan seniman-seniman menetapkan kontrak dengan anak-anak dan berlanjut untuk berkerja pada isu-isu AIDS melalui kerajinan mereka.

Pada program lain yang berjudul ‘AFRICASIA INTERACTION on AIDS’ mendatangkan orang Afrika dan pemain Asia secara bersamaan untuk pertunjukkan teater, musik, tari, dan bahasa dari kedua daerah. Keseniannya menyertai tema Orang Afrika–Orang Asia bertukar pengetahuan dalam beberapa sesi di Global Village. Program ini dibangun dengan kekuatan dari masing-masing benua dan mengijinkan seniman-seniman dari daerah yang berbeda untuk berbagi pelajaran mengenai HIV/AIDS melalui Kesenian dan Kebudayaan.

Hal yang lain adalah seniman yang berasal dari Brazil Andriana Bertini, yang mempertunjukkan beberapa karyanya yaitu Pakaian kondom. Pakaian-pakaian ini di desainnya dengan warna-warna yang sangat indah dengan model masa kini itu menghibur, sambil mempromosikan pencegahan HIV. Tanpa beasiswa dan sedikit biaya pribadi, Adriana mengumpulkan dana untuk membiayai perjalanannya ke Bangkok. Koleksinya yang mengesankan terdiri dari 12 gaun yang dibuat seluruhnya dari kondom mendapatkan perhatian banyak orang yang memasuki ruang registrasi dan juga mendapatkan perhatian dari media internasional. Dengan masih mencari dana untuk balik ke negara asalnya, seluruh koleksinya dibeli oleh pengumpul seni yang datang ke konfrensi dan berniat sungguh untuk menggunakan gaun-gaun ini sebagai bahan dari proyek pendidikan kondom di seluruh dunia.

Seniman Michael Kleiman melakukan pertunjukkannya pada pita merah yang berada 10 meter diatas kepala para penonton di Forum para seniman ODHA.



